FKIP UNS – Program Studi S3 Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang didukung oleh program World Class University mengadakan acara “International Seminar with Top Scholar”, 23 September 2021. Acara “International Seminar with Top Scholar” mengambil tema “How to Cope with the Pandemic Learning Loss and Learning Recovery” dengan narasumber Prof. Sonya N. Martin, Ph.D. dari Seoul National University, Korea Selatan. Menurut Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., selaku Kepala Program Studi S3 Pendidikan IPA UNS mengungkapkan bahwa, “Semoga dengan kegiatan semacam ini, banyak pendidik merasa terbantu dengan sharing pengalaman bersama seorang ahli pembelajaran di Asia-Pasifik”.


Seminar “International Seminar with Top Scholar” dibuka langsung oleh Dekan FKIP, UNS, Dr. Mardiyana, M.Si. ini berjalan secara aktif dan konstruktif. Program Studi S3 Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta dalam pelaksanaannya didukung oleh program World Class University, UNS yang mencoba membantu pemerintah untuk menangani isu learning loss tersebut. Melalui program “International Seminar with Top Scholar” yang diadakan secara daring Program Studi S3 Pendidikan IPA melalui platform Zoom yang dibuka untuk umum dengan jumlah pendaftar 221 orang.

Narasumber Prof. Sonya N. Martin, Ph.D. dari Seoul National University, Korea Selatan memiliki penelitian penting dalam isu learning loss selama pandemi Covid-19. Prof. Sonya N. Martin, Ph.D. melakukan penelitian pada beberapa negara di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Berbagai negara tersebut juga mengalami permasalahan serius pada isu learning loss. Melalui internasional seminar ini, Prof. Sonya N. Martin, Ph.D sebagai Co-Director iSNUCE, Seoul National University memberikan strategi penting yang dapat dilakukan dalam upaya pembukaan kembali pembelajaran tatap muka, yaitu dengan: penambahan jam pembelajaran tatap muka secara bertahap, melanjutkan pembelajaran dalam bentuk blended learning, dan berfokus pada kesempatan dalam jenis-jenis pembelajaran baru.
Menurut Prof. Sonya N. Martin, Ph.D. bahwa penyebaran Covid-19 di dunia sudah mulai menunjukkan angka yang melandai berkat digencarkannya pemberian vaksin bagi seluruh lapisan masyarakat dunia. Hal ini memberikan dampak besar terhadap pemulihan dan pertumbuhan berbagai sektor kehidupan seperti pariwisata, ekonomi, bisnis, hingga pendidikan. Banyak negara sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, tidak sedikit juga yang mengalami kesulitan akibat adanya learning loss yang dialami oleh peserta didik akibat lamanya peserta didik tidak merasakan pembelajaran tatap muka selama pandemi berlangsung,” terang Prof. Sonya N. Martin, Ph.D. yang juga Kepala National Association of Research in Science Teaching (NARST).
Learning loss menjadi suatu isu penting yang harus diatasi oleh tiap negara. Learning loss tidak hanya dialami oleh peserta didik, namun juga oleh orang tua dan guru. Oleh karena itu, tiap negara harus berusaha untuk membuat suatu strategi dalam memitigasi learning loss selama dilaksanakannya upaya pembukaan kembali pembelajaran tatap muka,” ujar Prof. Sonya N. Martin, Ph.D. yang juga menjabat Editorial in Chief Asia-Pacific Science Education (APSE).

Comments

More Posts You May Find Interesting